Minggu, 23 Juli 2017

IT Service Management


Dibuat Oleh :
Ratih Septia Giri
0110114013

Daftar Isi





Service operation merupakan salah satu tahapan dalam framework ITIL, dimana pengguna dapat merasakan dan mengukur manfaat yang diperoleh dari layanan it pada tahapan ini, service operation ini juga sering disebut dengan tahapan lifecycle dalam layanan IT karena seluruh kegiatan dan aktifitas operasional dalam pengelolaan layanan-layanan IT disebut dengan service operation. Selain itu menurut (Susanto, 2016) dalam bukunya  Service Operation bertanggung jawab mengoperasikan layanan dan menjaga layanan IT yang dimiliki tetap hidup (live) dan bekerja sesuai dengan harapan dan kebutuhan pengguna/pelanggan.
Service operation ini disebut-sebut sebagai fase kritis dari semua proses layanan-layanan IT karena operasional harian yang dilakukan dalam tahapan ini akan berhubungan langsung dengan pelanggan sehingga secara tidak langsung semua kebutuhan pelanggan harus terpenuhi dan pelanggan dapat menilai kinerja pelayanan IT dari perusahaan dalam tahapan ini. Untuk lebih jelasnya Service Operation sendiri memiliki dua tujuan utama yaitu :
1.      Mengoperasikan Layanan IT
Sesuai dengan namanya Service Operation bertujuan untuk mengopelasikan atau melaksanakan semua kegiatan dan proses yang dibutuhkan dan direncanakan untuk memberikan layanan IT kepada pihak ketiga atau pelanggan/pengguna, selain itu service operation juga bertujuan untuk mengelola layanan IT agar memenuhi standard layanan yang telah dibuat dan disepakati.
2.      Manajemen Teknologi Pendukung Layanan IT
Service Operation bertujuan untuk mengatur dan mengelola semua teknologi yang digunakan dalam semua proses untuk menghasilakn dan mendukung proses layanan IT. Tak hanya SDM atau pengguna dalam layanan it yang harus dikelola demi memenuhi kebutuhan pelanggan, teknologi yang digunakan dalam pelayananpun harus dikelola, contohnya : sudah memenuhi standard atau sesuai tidaknya teknologi atau software yang disediakan dengan kebutuhan pelanggan dalam mendukung proses bisnis perusahaan ?. Oleh karena itu sebagian besar aktifitas dari service operation adalah aktifitas untuk memahami bagaimana mengelola komponen-komponen teknologi yang digunakan dalam layanan IT seperti computer, jaringan, database, software dan yang lainnya.
Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam tahap Service Operation:
1.      Alert merupakan sebuah informasi permberitahuan bahwa teknologi yang digunakan atau layanan yang diberikan telah mencapai ambang batas yang telah ditentukan, sesuatu telah berubah atau sebuah kegagalan telah terjadi baik informasi dalam bentuk fisik atau hanya berupa event warning.
2.      Tools adalah peralatan atau teknologi informasi yang digunakan untuk membantu melakukan pekerjaan seperti alat-alat monitoring, alat menejemen, jaringan dan alat-alat event management.
3.      Accident adalah kejadian interupsi sebuah layanan TI yang tidak diduga atau tidak terencanan sebelumnya atau kejadian yang dapat menurunkan kualitas dari layanan TI
4.      Problem adalah sebuah akar permasalahan atau penyebab dari satu atau banyak accident.
5.      Normal service operation adalah sebuah kondisi operasional dimana layanan-layanan dan CI-CI bekerja sesuai dengan level layanan dan operasional yang telah disetujui.
6.      Incident mencakup :
·         Sebuah interupsi layanan TI yang tidak direncanakan sebelumnya
·         Penurunan kualitas
·         Kegagalan dari sebuah komponen
7.      Impact adalah dampak atau sebuah perhitungan dari besar potensi kerugian yang ditimbulkan atau seberapa banyak jumlah pengguna yang terkena dampak dari sebuah accident, roblem atau change pada proses-proses bisnis.
8.      Urgency adalah seberapa lama waktu yang dibutuhkan dari sebuah kejadian seperti accident, problem atau change yang memiliki dampak signifikan bagi bisnis.
9.      Priority adalah sebuah kategori yang digunakan untuk menentukan nilai penting sebuah accident, problem atau change.
10.  Major accident adalah kategori tertinggi dari sebuah incident yang umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut :
·         Incident yang memiliki dampak besar pada bisnis
·         Memiliki urgency tinggi
·         Penyebab telah diketahui tetapi belum ada panduan atau aturan solusi dalam work around
11.  Timescale adalah target waktu respon dan penyelesaian sebuah incident sesuai dengan aturan dalam dokumen SLA
12.  Incident model adalah sebuah prosedur standar yang dibuat untuk menangani sebuah incident.
13.  Work around adalah tindakan standar untuk mengurangi dampak buruk dari sebuah incident atau problem yang belum diketahui solusi tuntasnya atau tindakan pertama yang dilakukan sebelum tindakan inti dilakukan sebagai tindakan sementara.
14.  Know eror adalah sebuah masalah yang telah diketahui dan terdokumentasi akan masalahnya.
15.  Problem model adalah standard operating procedure penanganan sebuah problem tertentu.
16.  Escalation adalah tindakan meneruskan laporan dan penanganan sebuah incident yang belum terselesaikan ke function lain diperusahaan untuk memperoleh dukungan lebih lanjut.
17.  Service request adalah permintaan pengguna tentang informasi tertentu, pertanyaan atau permintaan saran, perubahan yang bersifat standar atau akses ke suatu layanan TI
18.  Request model adalah standar prosedur untuk menangani tipe-tipe permintaan tertentu yang rutin terjadi.
19.  Self-helf technology adalah teknologi berbasis web yang membantu pengguna untuk memilih dan mencatat sendiri permintaan mereka.
20.  Access adalah fungsi dan data layanan apa saja yang dapat digunakan atau diakses oleh pengguna
21.  Access request adalah permintaan akses layanan dapat berupa permintaan layanan standar atau RFC
22.  Right atau privilages adala hak akses kepada seseorang atau grup sebagai pengguna ke suatu kelompok layanan IT.
23.  Identity adalah informasi unik dari setiap pengguna sebagai data unik.
24.  Information security policy adalah peraturan atau kebijakan implementasi access manangement atau data siapa saja yang memiliki hak akses dan setiap pengguna bisa melakukan apa saja.
25.  Services atau service groups adalah sekumpulan layanan yang dibutukan user untuk melakukan suatu aktivitas bisnis yang mirip.
26.  Directory  service adalah alat atau software yang digunakan oleh sevice desk atau tim layanan untuk mengatur manajemen akses.

1.1.1        Proses Utama Service Operation

            Service operation mencakup semua aktifitas yang diperlukan untuk mempertahankan layanan IT agar dapat terus bekerja disepanjang waktu operasional layanan dan memberikan dukungan kepada pelanggan apabila mereka membutuhkan. Berikut ini 5 proses utama dalam service operation :
1.      Event management
2.      Incident management
3.      Problem management
4.      Request fulfillment
5.      Access management

1.1.2        Event Management

Pada tahapan service operation dalam Framework ITIL ada istilah Event yang didefinisikan sebagai sebuah perubahan keadaan dalam infrastruktur TI yang memiliki nilai sangat penting bagi manajemen layanan IT, event biasanya disampaikan melalui pesan atau tampilan yang dihasilkan dari layanan, configuration item atau berupa alat monitoring. Dalam framework ITIL, event dibagi kedalam 3 kategori yaitu :
1.      Information merupakan sebuah event yang menunjukan sesuatu yang diharapkan dan normal terjadi sehingga tidak membutuhkan tindakan atau penanganan apapun, cukup melalui pencatatan sebagai file log saja, file log ini berguna sebagai report harian sehingga jika terjadi event-event tertentu manajemen dapat menanganinya sesuai dengan kejadian-kejadian harian yang rutin terjadi, selain itu manajemen layanan juga bisa mengetahui keadaan peralatan penunjang layanan dari data harian ini.
2.      Warning merupakan sebuah event yang memiliki nilai mencapai ambang batas, sehingga respon tindakan ada kalanya dibutuhkan dan ada pula yang tidak dibutuhkan. Informasi peringatan ini dibutuhkan untuk mengambil keputusan mengenai tindakan apa yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kegagalan.
3.      Ketidakwajaran (Exception) merupakan sebuah event yang memberikan informasi bahwa sebuah layanan atau komponen teknologi tidak bekerja dengan sewajarnya (ubnormal), saat event ini muncul biasanya respon tindakan dibutuhkan.
Adanya sebuah keadaan yang membutuhkan penanganan khusus maka sebuah perusahaan atau layanan IT membutuhkan sebuah manajemen yang mengatur, oleh karena itu setiap layanan IT memiliki event management yang merupakan sebuah rangkaian aktifitas mendengarkan atau mendeteksi apapun pesan ketidak-normalan dari infrastruktu It dan melakukan sesuatu untuk mencegah hal-hal buruk terjadi dan berdampak buruk kepada pengguna sehingga dapat merugikan perusahaan. Event management dapat kita analogikan sebagai proses mendengarkan pesan-pesan dari infrastruktur TI karena pada dasarnya semua komponen teknologi yang kita gunakan selalu berkomunikasi untuk menyampaikan pesan tentang kondisi mereka kepada kita sebagai pengguna.
Event-event ini pada umumnya dideteksi dan dikenali melalui notifikasi-notifikasi yang ditampilkan oleh sebuah layanan TI, CI atau tool monitoring, adapun aplikasi yang digunakan untuk mengautomatisasi aktifitas-aktifitas dalam event management ini disebut dengan event management tools. Event management ini dibangun untuk mengelola event yang mencakup :
1.      Mendeteksi event untuk mengetahui apa yang sedang terjadi atau keadaan teknologi yang sedang digunakan.
2.      Menganalisis event untuk mengklarifikasikan jenis event dan penting tidaknya sehingga manajemen bisa mengetahui arti dari event yang sedang terjadi.
3.      Menentukan tindakan yang paling sesuai dengan event yang sedang terjadi mulai dari mencatat hingga menindak-lanjuti event dengan tindakan incident management.
Ada 4 aktifitas utama dalam event management yaitu sebagai berikut :
1.      Event notification adalah aktifitas menentukan pesan apa yang ingin kita hasilkan dari komponen-komponen IT dan informasi apa saja yang terkandung didalam pesan tersebut. Adapula event detection yang merupakan aktifita untuk menentukan jenis notifikasi mana yang ingin dideteksi dan dikenali oleh tools dan menentukan apakah event akan dicatat dilog atau tidak dan bagaimana mencatatnya, serta event logging adalah aktifitas mencatat data didalam tools yang mendeteksi event tersebut atau menghasilkan rekaman event dalam event logging tools tertentu.
2.      Event filtering adalah aktifitas mengklarifikasikan sebuah event sebagai sebuah informational, warning, atau exception, serta memutuskan apakah akan mengambil tindakan atau sekedar mencatatnya dan mengabaikannya.
Event correlation mengambil kesimpulan sama yang terjadi berulang-ulang sehingga dapat dipahami dampak akumulasinya.
3.      Response selection merupakan aktifitas untuk menentukan jenis respon untuk setiap kemungkinan event yang mencakup beberapa pilihan yaitu :
·         Auto response untuk mengatur sebuah peralatan yang digunakan dalam melakukan respon otomatis tertentu khusus sebuah event.
·         Alert adalah sistem yang akan secara otomatis mengahasilkan dan mengirimkan informasi peringatan untuk menarik perhatian.
·         Incident, problem dan change berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh manajemen, sistem event management diatur sehingga mampu secara otomatis mengahasilkan laporan/permintaan untuk proses incident management, problem management atau change management. Laporan atau permintaan ini masih perlu persetujuan manajemen untuk dilaksanakan.
4.      Review action, close event merupakan aktifitas untuk merevies penanganan sebuah event, aktifitas ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa langkah yang tepat telah diambil untuk menangani sebuah event. Aktifitas ini dapat dilakukan secara acak atau hanya pada event-event tertentu guna menganalisis trend event yang sedang terjadi.

1.1.3        Incident Management

Incident management merupakan rangkaian aktifitas untuk mengatasi permasalah layanan TI, untuk mengembalikan layanan TI agar berfungsi atau bekerja kembali sesuai dengan tingkat layanan yang telah disepakati. Proses incident management memiliki 3 tujuan utama yaitu :
1.      Mengembalikan operasional normal layanan TI secepat mungkin.
2.      Meminimalkan dampak buruk atau ganguan layanan TI terhadap operasional bisnis
3.      Memastikan standar kualitas layanan yang telah ditetapkan atau disepakati dapat selalu terjaga.
Proses incident management difokuskan pada bagaimana cara mengembalikan layanan TI ke keadaan normal secepat mungkin tanpa perlu mengetahui atau mengatasi akan masalah dari sebuah kejadian tersebut, jadi incident management bertanggung jawab mengatasi gejala sebuah masalah bukan penyebab dasar masalah. Selain itu ada pula problem management yang bertanggung jawab untuk mengindentifikasi dan menyelesaikan akar permasalahan layanan TI sehingga incident management tidak bertugas menangani bagian ini.
Service desk adalah pihak yang bertanggung jawab untuk penanganan setiap incident yang ditemukan atau dilaporkan hingga dinyatakan selesai meskipun melalui aktifitas eskalasi, service desk bertanggungjawab mengawal setiap progress penanganan, menginformasikan kepada pengguna hingga menutup laporan.
Berikut ini aktifitas-aktifitas dalam incident management :
1.      Identifikasi incident logging
2.      Kategorisasi incident
3.      Diagnosis awal
4.      Investigasi dan diagnosis
5.      Penutupan incident

1.1.4        Problem Management

Problem management adalah proses untuk menginisialisasi dan menyelesaikan akan permasalahan dari incident management. Tujuan dari problem management ini adalah untuk mengelola siklus dari sebuah masalah dimulai dari identifikasi akar permasalahan, inventigasi lebih lanjut, proses dokumentasi hingga penyelesaiaan masalah sesuai dengan SOP.
Berikut ini aktifitas-aktifitas dalam problem management secara berurutan :
1.      Problem detection and problem logging adalah proses yang diawai dengan aktifitas mengenali dan mencatat penyebab permasalahan.
2.      Problem categorization dan priorization adalah proses dimanan manajemen menentukan kategori dan tingkat prioritas dari sebuah masalah yang muncul.
3.      Problem investigation and diagnosis adalah proses dimana tim teknis juga ikut bekerja sama dengan supplier untuk melakukan sebuah investigasi untuk menemukan akar masalah dari layanan IT tertentu
4.      Mencatat sebuah know eror
5.      Problem resolution dilakukan berdasarkan hasil dari problem investigation and diagnosis lalu dilanjutkan dengan dengan pilihan solusi atau workaround untuk menyelesaikan problem
6.      Problem closure adalah keadaan dimana sebuah permasalah telah selesai diatasi dan dicatat atau didokumentasikan.
7.      Major problem reviews.

1.1.5        Request Fulfillment

Request fulfillment adalah proses untuk memenuhi semua permintaan dari pengguna atau penerima dari layanan IT. Tujuan dari request fulfillment adalah untuk :
1.      Memenuhi dan menjaga kepuasan dari pelanggan dengan menindaklanjuti setiap permintaan layanan secara efisien dan professional
2.      Menyediakan informasi bagi pengguna dan pelanggan tentang layanan-layanan tersedia dan prosedur untuk mengaksesnya
3.      Menyediakan saluran bagi pengguna untuk menyampaikan permintaan layanan dan penerima layanan standar
4.      Menyediakan sumber daya layanan TI untuk layanan standar
5.      Menyediakan bantuan informasi, menerima dan menindaklajuti keluhan dan komentar
Aktifitas-aktifitas dalam tahapan request fulfillment adalah sebagai berikut :
1.      Receive request, request logging dan validation adalah aktifitas penerimaan permintaan, mencatat dan memastikan serta memvalidasi sebuah permintaan layanan, biasanya permintaan layanan dapat diajukan melalui formulir kertas, email, RFC atau menggunakan self help system.
2.      Request categorization and request prioritization adalah proses dimana manajemen mengkategorikan dan menentukan tingkat prioritas dari sebuah permintaan layanan.
3.      Request authorization adalah aktifitas untuk memastikan orang atau pihak yang berwenang dalam menyetujui pemenuhan layanan.
4.      Request review, request model execution adalah aktifitas dimana service desk mereview permintaan untuk menentukan reques model yang mana yang paling sesuai dengan tindakan selanjutnya atau sebagai dokumentasi untuk memberikan tindakan yang sama jika ada permintaan yang sama.
5.      Reques closure adalah proses dimana service desk memastikan dan mengkomunikasikan ke pelanggan bahwa permintaan telah terpenuhi dengan harapan pelanggan

1.1.6        Access Management

Access management adalah proses pengelolaan hak akses pengguna ke sistem layanan TI, proses access management merupakan proses implementasi dari proses information security management dan availability management dalam operasional TI sehari-hari. Tujuan dari access management adalah menyediakan hak akses bagi pengguna yang memiliki hak akses untuk dapat menggunakan satu atau lebih layanan IT dan mencegah pengguna yang tidak memiliki hak akses untuk mengakses layanan TI. Berikut ini aktifitas-aktifitas dalam access management :
1.      Permintaan akses
2.      Verifikasi
3.      Menyediakan hak akses
4.      Memonitor atau mengelola status identitas atau mencabut dan membatasi hak akses
5.      Pencatatan dan menelurusan aktifitas akses.

1.2         Service Transition

Service transition adalah tahapan yang berisi proses-proses dimana seluruh rancangan yang telah dibuat pada tahap service design dilaksanakan atau diimplementasikan menjadi sistem atau layanan baru atau layanan lama yang dimodifikasi yang slelanjutnya diserahkan kepada proses-proses dalam service operation untuk digunakan dan dioperasikan dalam operasional layanan TI sehari-hari. Service transition memiliki tujuan yang mencakup beberapa hal yaitu :
1.      Merencanakan dan mengelola perubahan layanan secara efisien dan efektif
2.      Mengelola resiko terkait layanan TI baru atau termodifikasi
3.      Sukses membangun, meluncurkan, dan mengimplementasikan layanan TI ke lingkunan pendukung sebenarnya.
4.      Mengelola harapan terhadap unjuk kerja dan penggunaan dari layanan baru atau termodifikasi
5.      Memastikan perubahan-perubahan layanan menghasilkan business value sesuai yang diharapkan
6.      Menyediakan pengetahuan dan informasi berkualitas terkait dengan layanan dan asset
Cakupan service transition adalah sebagai berikut :
1.      Perencanaan paket-paket perubahan layanan TI
2.      Pembuatan atau penggunaan sistem layanan TI
3.      Uji coba layanan TI
4.      Evaluasi
5.      Implementasi ke lingkunan kerja sebenarnya.
Lalu apa saja yang direncanakan dan diatur dalam proses service transition ?
1.      Resource : pengembang, penguji sistem, implementor, reviewers, hardware, software dan lain-lain.
2.      Meminimasi akibat yang tidak terguna yang memberikan impact kepada layanan TI, kualitas layanan, rekan bisnis dan bisnis.
3.      Meningkatkan kenyamanan pengguna.
Berikut ini instilah-istilah yang ada dalam proses service transition :
1.      Change adalah perubahan yang dilakukan dalam manajemen layanan TI yang mencakup penambahan, modifikasi dan penghilangan, perubahan terbagi kedalam tida jenis yaitu standar change, emergency change dan normal change.
2.      Change model adalah urutan langkah-langkah standar yang sudah ditetapkan dan disetujui sebelumnya untuk menjalankan sebuah perubahan dengan jenis tertentu.
3.      Request for change adalah sebuah dokumen resmi untuk mengajukan sebuah perubahan yang mencakup detai perubahan yang akan dibuat, dampak dan keterangan klarifikasi perubahan yang diusulkan.
4.      Proposal perubahan adalah dokumen yang berisi deskripsi umum rencana perubahan besar atau sistem baru yang disertai dengan business case dan jadwal pengimplementasiannya.
5.      Change advisory board adalah sebuah tim atau kelompok yang berwenang memberikan autorisasi terhadap sebuah perubahan dan membantu change management dalam menilai dan melakukan prioritas perubahan yang akan dilakukan.
6.      Remediation planning adalah rencana langkah-langkah yang dibuat sebagai rencana cadangan apabila rencana utama tidak berjalan dengan baik atau mengalami kegagalan.
7.      Configuration item adalah komponen-komponen atau sebuah asest layanan yang diperlukan untuk dikelola saat menyediakan sebuah layanan TI.
8.      Configuration management system adalah sebuah software untuk mengakses dan menghubungkan data-data CI yang telah tersimpan di configuration management database.
9.      Configuration baseline adalah standard configuration sebuah asset TI yang telah disetujui secara formal.
10.  Definitive media library adalah tempat atau lokasi dimana kita bisa menyimpan semua software resmi beserta dengan dokumen resminya secara aman.
11.  Service knowledge management system adalah sebuah tool dan basis data sebagai tempat untuk mengelola pengetahuan, informasi dan data layanan TI.
12.  Release adalah satu atau lebih perubahan pada satu layanan TI yang dibangun, diuji, dan diimplementasikan bersama-sama.
13.  Deployment adalah aktifitas memindahkan atau mengimplementasikan hardware, software, dokumen hingga proses-proses yang baru yang telah diubah kelingkungan operasional yang sebenarnya.
14.  Release model adalah sebuah standar atau model yang berulang untuk membang, menguji dan mengimplementasikan sebuah release package.
15.  Release policy adalah sekumpulan aturan untuk melakukan deployment sebuah release ke lingkungan kerja yang sebenarnya.
Berikut ini proses-proses yang ada dalam service transition :
1.      Change management
2.      Service asset and configuration management
3.      Release and deployment management
4.      Knowledge management
5.      Transition planning and support

1.2.1        Change management

Change management adalah proses utama dalam proses service management yang bertugas untuk memastikan perubahan-perubahan yang tercatat. Terevaluasi, terautorisasai dan terimplementasi ke lingkungan kerja yang sebenarnya. Change management dibuat untuk memungkinkan penyedia layanan meraalisasikan manfaat-manfaat dari sebuah perubahan  dengan seminimal mungkin menginterupsi layanan TI yang telah ada atau sedang berjalan.
Perubahan yang terjadi dalam layanan TI dapat dipicu oleh berbagai hal mulain dari perubahan peraturan hokum hingga karena perbaikan kesalahan sistem. Aktifitas-aktifitas yang ada dalam proses change management adalah :
1.      Membuat dan mencatat request for change
2.      Mereview request for change
3.      Menilai dan mengevaluasi perubahan
4.      Autorisasi implementasi perubahan
5.      Update rencana perubahan
6.      Koordinasi implementasi perubahan dan pengujian
7.      Autorisasi penerapan perubahan pada lingkungan kerja sebenarnya
8.      Koordinasi change deployment
9.      Mereview dan menutup catatan perubahan.

1.2.2        Service Asset and Configuration Management

Adalah proses pencatatan, pendokumentasian dan pengupdatean informasi tentang berbagai service asset yang digunakan atau terkait dengan layanan-layanan Ti yang dikelola oleh penyedia layanan. Proses ini memiliki tujuan untuk memastikan asset-aset yang dibutuhkan untuk layanan TI teridentifikasi, telah terkonfigurasi dan telah sesuai dengan standar yang ditentukan
Aktifitas-aktifitas dalam proses SACM adalah sebagai berikut :
1.      Manajemen dan perencanaan
2.      Identifikasi konfigurasi
3.      Control konfigurasi
4.      Akuntansi dan pelaporan status asset
5.      Verifikasi dan audit

1.2.3        Release and Deployment Managemet

Adalah proses perencanaan , pelaksanaan dan mengawasan aktifitas pembangunan, pengujian dan pengimplementasian sistem baru yang dibutuhkan oleh bisnis dengan perlindungan integritas layanan-layanan yang sudah ada sebelumnya. Aktifitas yang ada dalam proses ini adalah sebagai berikut :
1.      Perencanaan
2.      Pembangunan dan pengujian paket release
3.      Deployment
4.      Early life support
5.      Mereview dan menutup proses

1.2.4        Knowledge Management

Adalah proses pengumpulan, pendokumentasian, penganalisisan, pembagian, penggunaan dan pembaharuan pengetahuan yang dibutuhkan dan diperoleh selama mengelola layanan TI disemua tahapan siklus layanan TI yang bertujuan untuk saling berbagi pendapat, pengalaman dan informasi terkait semua aktifitas serta meningkatkan efisiensi organisasi dalam mempelajari kembali pengetahuan sebelumnya. Aktifitas yang ada dalam proses ini adalah sebagai berikut :
1.      Strategi management pengetahuan
2.      Transfer pengetahuan
3.      Pengeloaan data, informasi dan pengetahuan
4.      Menggunakan SKMS

1.2.5        Transition Planning and Support

Adalah sekumpulan aktifitas-aktifitas yang sama dengan project management yaitu proses perencanaan semua aktifitas transisi dan koordinasi sumber daya yang dibutuhkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar